Tim ini memanfaatkan limbah GO serta GGBFS sebagai alternatif substitusi semen dan steel slag sebagai agregat kasar karena ketiganya memiliki sifat fisik yang hampir menyerupai semen dan agregat kasar agar dapat meningkatkan kekuatan beton. Selain itu, tim ini berhasil meraih slump flow test sebesar 77 cm sehingga beton yang dihasilkan memiliki kemampuan workability yang lebih baik dibandingkan beton konvensional. Steel slag yang berfungsi sebagai pengganti agregat kasar berperan penting dalam meningkatkan kuat tekan beton. Beton perencanaan kuat tekan sebesar fc’ 35 MPa berhasil meningkat menjadi fc’ 41.3 MPa dalam umur 28 hari. Dalam proses pembuatan beton tersebut, tim melakukan berbagai trial dan error di Laboratorium Teknologi dan Bahan Departemen Teknik Sipil untuk memastikan bahwa beton benar-benar kuat.

Dengan inovasi yang sudah diciptakan oleh tim Circle Daksha ini diharapkan bisa memberikan dampak yang positif terutama di bidang infrastruktur dan menjadi solusi untuk permasalahan pembangunan serta mendukung pembangunan berkelanjutan dan mencapai tujuan dari poin sustainable Development Goals (SDGs).
Artikel oleh Zulfa Izza Nugroho.
