sipil.ft.undip.ac.id – Lubang resapan biopori adalah lubang silindris yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah dengan diameter 10-30 cm dan kedalaman 100 cm atau kurang jika air tanah dangkal. Lubang tersebut kemudian diisi dengan sampah organik yang memiliki fungsi sebagai makanan makhluk hidup yang ada di tanah, seperti cacing dan akar tumbuhan. Namun, pada realitanya lubang yang telah dibuat ketika diisi sampah organik cenderung tidak mampu menampung banyaknya jumlah air yang terlalu banyak atau melimpah. Sehingga air tidak terserap dengan baik.

Dari pengalaman tersebut, kemudian dikembangkan sebuah sistem yg dinamakan “Modifikasi Lubang Biopori Berbasis Rumah Tangga (Si LuRi BeRuTang)”. Berbasis rumah tangga karena sampah organik yang ada di masyarakat lebih banyak berasal dari sampah rumah tangga sehingga mengurangi timbulan sampah rumah tangga. Selain itu, dengan berbasis rumah tangga, maka kinerja biopori lebih optimal karena ada yang melakukan operasi pemeliharaan biopori dimana yang selama ini kondisi di lapangan jarang dilaksanakan.

Lokasi kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah di Kelurahan Srondol Wetan Kecamatan Banyumanik Kota Semarang. Bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Srondol Wetan juga bermaksud menjadikan pengabdian ini sebagai sarana untuk memberikan edukasi kepada penduduk Srondol Wetan tentang cara pembuatan dan penggunaan Modifikasi lubang resapan biopori. Tujuan yg diharapakan dari kegiatan ini yaitu mengurangi timbulan sampah rumah tangga, dan Mengurangi genangan air lokasi kegiatan.

Pengabdian ini dibebankan pada alokasi dana selain APBN Fakultas Teknik RKAT Universitas Diponegoro tahun anggaran 2021 dan diketuai oleh Propf. Dr. Ir. Sriyana, M.S. dengan anggota antara lain: Ilham Nurhuda, S.T., M.T., Ph.D., Ir. Indrastono Dwi Atmanto, M.Ing., Ir. Bambang Pardoyo, CES., M.T., Priyo Nugroho Parmantoro, S.T., M.Eng. dengan dibantu oleh mahasiswa Muhammad Reza Pramudana, Pengabdian ini menelan biaya sebesar lima juta rupiah.