sipil.ft.undip.ac.id – Dengan terjadinya perubahan iklim secara global menyebabkan wilayah Indonesia mengalami perubahan karakteristik hujan. Halmana secara umum durasi musim hujan semakin pendek namun intensitasnya yang tinggi, sebaliknya durasi musim kemarau semakin panjang, artinya jumlah hari hujan cenderung makin berkurang, dan dengan hujan harian maksimum dan intensitas hujan cenderung semakin meningkat. Hal ini menyebabkan kondisi ekstrem dimana saat musim kemarau cadangan air tanah menurun sedangkan pada musim hujan resiko banjir meningkat. Selain itu, perubahan iklim ini kurang didukung dengan pola perencanaan infrastruktur dan pengelolaan sumber daya air. Banyaknya lahan hijau yang semakin tertutup bangunan dan juga pemanfaatan aspal, paving block dan beton dalam pembangunan infrastruktur memiliki andil dalam permasalahan pengelolaan sumber daya air tersebut, dengan tertutupnya permukaan tanah tersebut maka semakin meningkatkan limpasan air permukaan (Run-off) dan menurunkan daya resapan air ke dalam tanah.

Kelurahan Bulusan merupakan salah satu kawasan yang mengalami kerugian akibat perubahan tutupan lahan tersebut. Salah satu usaha mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memasyarakatkan pembuatan biopori kepada masyarakat. Biopori merupakan sebuah sarana pembuatan lubang-lubang/sumur-sumur kecil pada permukaan tanah yang dibuat untuk meresapkan air permukaan ke dalam tanah dengan baik. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim pengabdian masyarakat teknik sipil bermaksud untuk melakukan sosialisasi dengan memberikan percontohan pembuatan beberapa biopori sebagai upaya peningkatan cadangan air tanah dan pengendalian banjir di wilayah RW 5 Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Semarang. Diharapkan biopori ini bisa menjadi proyek percontohan, sehingga warga dapat menerapkan di lingkungan rumah masing-masing secara mandiri. Penerapan biopori ini dapat mengatasi permasalahan minimnya lokasi permeable yang dapat digunakan sebagai tempat peresapan air. Penerapan biopori diharapkan mampu mengurangi permasalahan banjir dan resapan air di Kelurahan Bulusan.

Pembuatan Lubang dan hasil pemasangan Biopori

Hasil pemasangan Biopori di Paving dan di Tanah

Pengabdian ini dibebankan pada alokasi dana selain APBN Fakultas Teknik RKAT Universitas Diponegoro tahun anggaran 2021 dan diketuai oleh Ir. Arif Hidayat, CES., M.T. dengan anggota antara lain: Prof. Ir. M. Agung Wibowo, M.M., M.Sc., Ph.D., Jati Utomo Dwi H., S.T., M.M., M.Sc., Ph.D., Ferry Hermawan, S.T., M.T., Ph.D., Ir. Frida Kistiani., M.T. dengan dibantu oleh mahasiswa Moammar Zachari, Satria Sentik Herman Merukh dengan menelan biaya sebesar lima juta rupiah.